Jumat, 28 Oktober 2011

Yans Mochin Spesialis Korek Mesin, Sering Eksperimen

Nama Yan’s Mochin sudah pasti ada hubungan dengan motor China. Karena bengkel ini memang spesialis motor China yang kalau di MOTOR Plus disebut mona. Kini sudah banyak modifikasi ekstrem motor Jepang. Namun banyak yang kenal nama bengkel tapi tidak tahu. Wajar jika banyak yang bertanya-tanya.


 

Lebih beken di jejaring sosial Facebook

Contoh nyata di jejaring social Facebook, profil Yan’s Mochin sering jadi bahan pembicaraan hangat. Apalagi bengkel ini kerap mengupload foto motor modif yang terbilang sangat inovatif. Bahkan MOTOR Plus pernah datang langsung untuk meliput Yamaha Jupiter-Z head Karisma.

“Saya memang suka eksperimen. Rata-rata pernah coba kambinasi berbagai merek. Selain ubah mesin Jupiter-Z head Karisma, juga pernah bikin mesin motor Honda GL100 pakai kepala silinder Yamaha V-ixion. Dan semua ubahan itu bisa dipakai jalan normal,” ungkap Yana yang biasa disapa Yan’s ini.

Selain sering eksperimen, Yan’s lebih fokus bikin mesin motor balap liar juga resmi. Konsumennya bukan cuma dari Tangerang, Jakarta dan Bogor, tapi juga dari Kalimantan Selatan, Papua, Kendari, NAD bahkan pernah kirim mesin ke Malaysia.

“Cuma repotnya agak susah kalau mau datang langsung ke bengkel. Tempatnya terpencil, makanya saya jemput kalau mau datang dan konfirmasi via telepon sebelumnya. Tapi, kebanyakan lewat kirim barang enggak ada masalah, tuh,” ujar pengagum Albret Einstain ini.

Kepercayaan memang sulit dijaga.  (motorplus-online.com)

YAN’S MOCIN
Jl. Salimah, Ds. Sukamanah, Jambe, Tangerang. HP 0813-8893-5493.

Hawadis Ditawar Honda



Dibalap
 bebek nasional, semua tahu kalau Hawadis jadi salah satu tuner yang cukup disegani. Setingannya di mesin Yamaha Jupiter Z, sudah kerap mengantarkan Rafid Topan naik podium. Kehandalan tuner Tim Yamaha Yamalube KYT Tunggal Jaya tersebut, membuat pabrikan Honda juga mengincarnya. “Enggak tanggung-tanggung, negonya satu paket dengan Rafid Topan. Namun saat ini saya belum berpikir buat menyetujui tawaran tersebut,” jelas pria asal Madura itu..

Ketika ditanya soal penawaran harga buat pindah pabrikan lain, Hawadis bilang enggak etis kalau disebutkan. “Tapi yang jelas tawarannya gede juga,” aku Hawadis. Tuner handal ini ditawar Honda untuk bermain di ajang Indoprix. (otosport.co.id) 

Helm AGV Replika Marco Simoncelli Dilepas Rp 6,8 Jutaan


Kepergian Marco Simoncelli, pembalap muda bertalenta di ajang MotoGP memang meninggalkan duka dan rindu yang mendalam bagi para fansnya.

Tak heran bila diprediksi barang-barang dengan identitas "Super Sic" bakal jadi buruan para fans. Salah satunya adalah helm AGV GP Tech Marco Simoncelli replica seperti yang dijajakan Juragan Helm.

Grafis helm ini dibuat persis dengan yang digunakan Super Sic saat membalap. Helm buatan Italia ini memiliki cangkang dengan teknologi SSL (Super-Super-Light).

Lapisan dalam helmnya dibekali fabric cool max dan memiliki busa yang bisa dilepas sehingga memudahkan ketika hendak dicuci. Visor beningnya juga sudah anti gores dan anti kabut.

Secara spesifikasi helm ini sebenarnya sama juga dengan yang AGV Valentino Rossi Replica namun hanya berbeda motif. "Kita jual Rp 6,8 juta," ungkap Agus Hermawan dari Juragan Helm.

"Tapi sekarang barangnya agak sulit dicari, karena jarang," ungkapnya dari toko baru di Jl Panjang Raya no 20, Arteri Kelapa Dua, Jakarta Barat. Wah bakal jadi collector item nih! (motorplus-online.com)

Hormati Simoncelli, Rossi Pakai Nomor 58

 Valentiono Rossi identik dengan nomor 46, yang merupakan warisan dari ayahnya, Graziano Rossi. Namun, untuk mengenang dan menghormati rekan senegaranya, mendiang Marco Simoncelli yang tewas di Sepang, juara dunia MotoGP tujuh kali ini siap mengganti nomor 46 menjadi nomor 58, yang identik dengan nomor milik Simoncelli.


27102011_helm_rossi.jpg
net
Helm milik Valentino Rossi (kanan) dan milik Simoncelli, yang rencananya akan dilebur dan Rossi memakai nomor 58 di helm miliknya pada balapan di Valencia awal November nanti.

Keinginan memakai nomor 58 pada motornya masih jangka panjang, dan paling mungkin direalisasikan musim 2012 mendatang. Untuk jangka pendek, The Doctor akan memakai nomor 58 pada helm terbarunya pada balapan sesi terakhir di Valencia 6 November mendatang.   

Tak sekadar memasang nomor 58 di helmnya, sejumlah gambar maupun warna yang biasa identik dengan helm Simoncelli pun akan dilebur dalam helm Rossi nanti.

Helm baru itu didesain oleh Aldo Drudi, desainer Italia yang juga membuat helm khusus untuk Simoncelli. Di antara desain yang disiapkan adalah warna merah putih, serta gambar cakar kaki harimau --keduanya identik dengan helm Simoncelli--, dipadukan dengan simbol matahari yang biasa dipakai Rossi di bagain belakang helmnya.

Kubu Ducati juga menyatakan tak menolak jika Rossi memang akan menggunakan nomor 58 di motor Ducati Desmosedici GP 11 untuk balapan musim depan.

Dengan sentimentil, Rossi lantas memajang di twitter miliknya @ValeYellow 46 foto dirinya yang sedang saling menyalip di tikungan dengan Simoncelli di Sirkuit Misano lalu.

"Saya akan mengenangnya selalu. Duel seru di Misano. Pertarungan yang sungguh sengit," tulisnya. "Marco adalah pembalap hebat, kami punya kenangan bersama. Kami biasa bertemu di setiap harinya. Kami berlatih bersama dan juga membalap bersama di berbagai tipe mesin sepeda motor."

Rossi sendiri ikut mendampingi rombongan yang mengangkut jenazah Simoncelli dari Kuala Lumpur Malaysia. Rombongan itu mendarat di Bandara Fiumicino Italia (25/10/2011), dan langsung dibawa ke rumah duka yang terletak di Coriano, Provinsi Rimini.

Dalam rombongan ini, tampak pula ayah Simoncelli, Paolo dan kekasih Simoncelli, Kate. Paolo yang masih berduka sempat menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan ucapan bela sungkawa yang terus mengalir.

"Terima kasih kepada semua dan saya sangat bahagia dengan cara dunia bereaksi. Yang begitu  bodohnya kami tidak mengetahui bagaimana pentingnya Marco bagi semuanya. Dia sangat spesial, orang mengerti dia jujur dan apa adanya," tambahnya.

Pembalap Gresini Honda ini meninggal dunia di Grand Prix Malaysia di atas lintasan Sirkuit Sepang, Minggu 23 Oktober 2011. Pembalap berjuluk Super Sic ini meninggal beberapa saat setelah insiden maut yang melibatkan pembalap Tech 3 Yamaha, Colin Edwards dan Rossi.

Jenazah pembalap 24 tahun ini akan disemayamkan di Gereja Santa Maria untuk memberikan kesempatan terakhir kepada keluarga, teman, dan tim Gresini sebelum akhirnya disemayamkan Kamis (27/10/2011)  waktu setempat.

Rabu, 26 Oktober 2011

Dua Motor Dampingi Jenazah Simoncelli


Dua motor mendampingi jenazah Marco Simoncelli saat disemayamkan di Gereja Santa Maria Assunta, Coriano, Italia. Ribuan fans memberikan penghormatan terakhir untuk Super Sic, julukan buat dia.
 Fans melakukan penghormatan akhir terhadap jenasah Marco Simoncelli       (REUTERS/Stringer)

Menjelang pemakaman Simoncelli yang akan dilakukan hari ini, Kamis 27 Oktober 2011, pukul 15.00 waktu setempat, ribuan fans terus mendatangi Gereje Santa Maria Assunta untuk memberikan penghormatan terakhir bagi pembalap Gresini Honda tersebut.

Ada pemandangan menarik di lokasi pesemayaman Simoncelli, yakni adanya dua motor yang pernah digunakan dia semasa hidupnya.

Di sebelah kiri podium gereja, terdapat motor Gilera yang digunakan Simoncelli saat menjadi juara dunia kelas 250cc pada 2008. Sedangkan di sebelah kanan terdapat motor Honda RC212V dan helm yang digunakan Simoncelli musim ini.

Jenazah Simoncelli rencananya akan dikebumikan hari ini di Coriano. Prosesi pemakaman akan disiarkan langsung oleh tiga stasiun televisi, yakni RAI, Italia 1 dan Sky Sport. Fans juga menyaksikan langsung jalannya pemakaman di Sirkuit Misano.

Menjelang pemakaman, suasana duka menyelimuti Coriano. Selain berkumpul di rumah duka, fans-fans juga memasang nomor balap Simoncelli '58' di sepanjang kota.

Simoncelli meninggal dunia menyusul kecelakaan tragis di MotoGP Malaysia, Minggu 23 Oktober 2011. Pembalap berambut kribo itu tertabrak Colin Edwards dan Valentino Rossi setelah sebelumnya kehilangan kendali.(Sumber: Motorcyclenews | kd)
• VIVAnews

Senin, 24 Oktober 2011

Foto Tragis Kecelakaan Simoncelli


One Make Race Firman Farera Kuasai Kelas 4T 125 cc Tune-Up Open YCR Jambi



Menang dua race berturut-turut di kelas 4T 125 cc Tune-Up Open Yamaha Cup Race seri 5 di sirkuit eks Arena MTQ, Jambi membuat Firman Farera memetik poin penuh, 50. Pembalap Yamaha tim Federal Oil FDR BRT AHRS TAN'S MTR ini malah menang mudah di race 2 dengan melaju sendirian di depan tanpa kawalan rival.

Di tempat kedua (36 poin), diraih pembalap asal Medan yang kini berdomisili di Jambi, Achmad Faisal Rezha. Di race 2, pembalap tim X1 Tech Yonk Jaya NHK Kawahara ini finish dengan jarak cukup lebar di belakang Firman. Tetapi ia berhasil mengamankan posisinya dari Rendy Fernando dari tim Sabang Raya Sinnob NHK IKMS Koni Kerinci yang finish ketiga.

Dari dua race, berdasarkan perolehan poin, tempat ketiga ini akhirnya diduduki Godex's Erlangga, pembalap Jambi dari tim SRT ETMS Sabang Raya Motor (30 poin). Sementara Rendy ke empat dengan 27 poin. (otosport.co.id)